Saat berencana untuk mengajukan pinjaman kredit, sudah sepatutnya kita sebagai debitur mengetahui Cara Menghitung Bunga Pinjaman guna mengecek kebenaran dalam perhitungan bunga yang telah diterapkan pada kredit Anda.
Dengan berbekal wawasan yang luas mengenai perhitungan bunga pada jenis kredit yang diajukan, Anda bisa dengan mudah menganalisis seberapa jumlah besaran cicilan yang dibebankan dan kapan jangka waktu pinjaman tersebut dapat dibayarkan sampai lunas. Mungkin, sebagian dari kita telah menyadari kalau pelunasan kredit yang dibayarkan nantinya bersumber dari akumulasi jumlah pinjaman dan dilimpahkan dengan bunga yang ditetapkan.
Dengan memahami cara hitung bunga pinjaman, dan jenis nya Anda bisa mulai menganalisis berapa besar angsuran yang harus dibayarkan. Dan Anda juga tentu akan memahami berapa tenor pinjaman tersebut bisa dilunasi. Dengan ini, Anda dapat mengatur keuangan dengan lebih baik.
Cara Menghitung Bunga Pinjaman yang Mudah dan Tepat
Ketika Anda memutuskan untuk melakukan pinjaman, ada baiknya jika Anda mempelajari cara mudah dan tepat untuk menghitung bunga pinjaman. Ini dibutuhkan agar tidak salah dalam mengelola pinjaman tersebut.
Apabila Anda salah dalam perhitungan, maka ada kemungkinan kalau keuangan Anda pada waktu mendatang akan berantakan. Dan lebih jelasnya, berikut ini cara perhitungan bunga pinjaman berdasarkan jenis suku bunga yang diterapkan.
Suku Bunga Rusun/ Flat
Saat hendak melakukan pinjaman dana, perlu Anda ingat kembali bahwa Anda sudah benar-benar paham mengenai bunga pinjaman dan cara menghitungnya. Salah satu suku bunga yang berlaku antara lain adalah bunga rusun/flat. Walau prosedur perhitungan suku bunga merujuk pada besaran di awal pinjaman. Namun jenis pinjaman flat ini banyak digunakan pada kredit yang bersifat konsumtif contohnya, handphone, sepeda motor, KTA dan lainnya. Adapun rumus menghitungnya, sebagai berikut:
Rumus Penghitungan:
- Bunga per bulan: Pxlxt/ jb
- P: Pokok
- I: Suku Bunga
- T: Jumlah angka waktu kredit
- Jb: Jumlah bulan pada tenor kredit
Contoh Menghitung:
- Pokok pinjaman per bulan: 60 juta/ 12= Rp. 5 juta
- Bunga per tahun: Rp. 60 juta x 10%= 6 juta
- Bunga per bulan: Rp. 6 Juta/ 12= Rp. 500.000
Jadi total cicilan per bulan yang perlu dibayarkan berkisar Rp. 5 juta Rp. 500 ribu= Rp. 5.500.000
Suku Bunga Efektif
Untuk perhitungan bunga efektif, kebalikan dari bunga flat dan suku bunga efektif dihitung berdasarkan sisa pokok hutang atau jumlah yang belum di sembunyikan. Dengan ini, cicilan akan semakin menurun dalam per bulannya. Untuk jenis suku bunga ini umumnya banyak dipilih pada kredit jangka panjang seperti investasi dan KPR.
Rumus Perhitungan:
- Bunga: Sp xix (30/360)
- Sp: Saldo pokok hutang sebelumnya
- I: suku bunga per tahun
- 30: Jumlah hari pada hitungan bulan
- 360: Jumlah hari dalam hitungan tahun
Cara menghitungnya:
- Angsuran bulanan pokok: Rp. 60 Juta / 12= 5 juta
- Bunga bulan ke 1: Rp. 60 juta- 1-1x Rp. 5 juta x 10% /12 = Rp. 458.333,33
Jadi untuk cicilan di bulan pertama yang perlu dibayarkan adalah:
- 5 juta+Rp. 558.333.33= Rp. 5.458.333.33
Berlaku untuk seterusnya sampai pada bulan ke 12. Cara perhitungan nya adalah:
- Bunga bulan ke 12: Rp. 60 juta-12-1 x Rp. 5 juta x 10%/12= Rp. 41.666,67
- Dengan ini untuk cicilan di bulan ke 12 berkisar: Rp. 5 juta Rp. 41.666,67= Rp. 5.041.666,67.
Dengan memahami metode Cara Menghitung Bunga Pinjaman ini, Anda bisa lebih teliti dan tidak mudah jatuh pada perangkap pinjaman yang membuat hari Anda suram.
